Menyapa Sehat

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Kesehatan Umum
  • Gaya Hidup
  • Diet
  • Penyakit
  • Kehamilan dan Anak
  • Disclaimer
  • Tentang Blog
    • Penulis
    • Kontak

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh arteri. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung. Kondisi ini merupakan suatu kondisi yang kronis, artinya tidak terjadi dalam waktu singkat, tiba-tiba. Kondisi ini merupakan suatu proses yang lama akibat beberapa hal, sehingga timbulah suatu kondisi peningkatan tekanan darah.

Peningkatan tekanan darah yang terjadi yaitu melebihi 140/90 mmHg dapat disebut hipertensi. Bila tekanan darah berada di antara 120/80-140/90 mmHg, kondisi tersebut dinamakan pre-hipertensi. Baik yang sudah terjadi hipertensi maupun pre-hipertensi, merupakan kondisi yang harus diperhatikan dan diawasi.

Di zaman sekarang, semakin banyak orang-orang yang mengidap hipertensi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 25,8% penduduk berusia di atas 18 tahun di Indonesia mengalami hipertensi. Hal tersebut dimungkinkan karena perubahan gaya hidup dan diet makanan.


Hipertensi


Faktor Risiko dan Penyebab

Untuk penyebab, bisa terjadi dari macam-macam, Namun, sebagian besar adalah tidak diketahui penyebabnya (idiopatik). Hal tersebut berkaitan dengan faktor gaya hidup dan diet makanan. Sebagian kecilnya adalah karena adanya penyakit pada ginjal.
Faktor risiko dari hipertensi sebagai berikut:
  • Usia. Risiko terkena hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, terutama untuk usia di atas 65 tahun untuk wanita, dan pria biasanya di atas 45 tahun.
  • Riwayat keluarga. Bila ada anggota keluarga (ayah, ibu, kakek, nenek) yang diketahui mengidap hipertensi, maka risiko untuk terkena hipertensi juga akan semakin besar. 
  • Kegemukan / Obesitas. Semakin gemuk, maka risiko yang terjadi pun semakin tinggi. Volume darah yang dipompa oleh jantung meningkat pada orang gemuk, sehingga risiko terjadi kerusakan pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan hipertensi pun besar.
  • Jarang beraktivitas. Orang yang inaktif, jarang beraktivitas, memiliki detak jantung yang lebih cepat. Semakin cepat detak jantung, semakin berat pula jantung akan bekerja dan tentu akan berpengaruh pada dinding pembuluh darah.
  • Merokok. Zat yang terkandung pada rokok dapat merusak dinding pembuluh darah yang akan membuat pembuluh darah semakin menyempit dan semakin tinggi tekanan darahnya.
  • Terlalu banyak garam. Garam (sodium) memiliki efek retensi cairan sehingga akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kurang Kalium. Kalium membantu untuk mengendalikan kadar sodium di sel. Apabila kekurangan kalium, kadar sodium dalam darah akan meningkat dan meningkatkan tekanan darah.
  • Alkohol. meminum alkohol 1 gelas dapat langsung meningkatkan tekanan darah terutama pada perempuan. Sedangkan pada laki-laki, adalah 2 gelas.
  • Stres. Walaupun sepele, dengan adanya stres ternyata dapat menambah risiko terjadinya hipertensi.

Faktor Risiko

Gejala dan Tanda Hipertensi

Sayangnya gejala pada hipertensi tidak begitu jelas terlihat, maka dari itu penyakit ini sering disebut Silent Killer. Sekalipun tekanan darah setelah diukur sangat tinggi, pada beberapa orang memang tidak merasakan adanya keluhan apapun. Namun ada pula beberapa orang yang memang merasakan keluhan, walaupun tekanan darahnya hanya naik sedikit.
  • Nyeri kepala dan pusing
  • Sesak nafas
  • Mimisan 
Bila sudah muncul gejala-gejala yang mengganggu seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan yang tepat.


Check Up Rutin


Lalu bagaimana cara tahu jika terkena hipertensi? Maka dari itu disarankan untuk periksa rutin, untuk memantau tekanan darah. Sehingga dapat terdeteksi dini dan dapat ditanggulangi secepatnya.
Pada orang dewasa, disarankan melakukan pemeriksaan setidaknya 1x dalam 5 tahun. Namun bagi yang sudah terdiagnosis, maka dilakukan pengukuran setiap tahunnya. Akan lebih baik bila lebih sering dan teratur.


Komplikasi Bila Dibiarkan

Tidak ada penyakit yang baik bila dibiarkan tanpa pengobatan. Sama halnya dengan hipertensi, walaupun tidak dirasakan keluhan, namun bila tekanan darahnya tinggi, maka tetap diwaspadai. Beberapa komplikasi akan mengikuti di kemudian hari bila hipertensi ini tidak dapat dikendalikan dan dikontrol dengan baik.
  • Serangan Jantung dan Stroke. Hal ini cukup bahaya, pembuluh darah yang tidak sehat, biasanya jantungnya pun tidak sehat. Dinding pembuluh darah yang mengalami kelainan sangat rentan untuk pecah. Apabila pecah di kepala, maka akan timbul gejala stroke. 
  • Aneurisma. Hipertensi akan membuat dinding pembuluh darah semakin lemah dan dapat menggembung, membentuk aneurisma. Jika aneurisma ini pecah, maka hal tersebut dapat mengancam nyawa.
  • Rusaknya Pembuluh Darah di Ginjal. Kelainan di ginjal dapat menyebabkan hipertensi, Begitu pula sebaliknya, hipertensi pun juga akan dapat membuat kerusakan pada ginjal. 
  • Sindrom Metabolik. Munculnya beberapa kelainan metabolik secara bersamaan, seperti membesarnya lingkar pinggang, tingginya kadar trigliserida, rendahnya High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, dan tingginya kadar insulin yang dapat memicu resistensi insulin. Hal ini akan sangat memungkinkan terjadinya diabetes. 
Hipertensi


Pengobatan Hipertensi

Pengobatan hipertensi bisa dilakukan dengan obat maupun dengan perubahan gaya hidup. Penentuan pengobatan yang tepat tergantung dari tingginya tekanan darah dan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Karena pada kondisi-kondisi tertentu, perubahan gaya hidup saja tidak begitu membantu, sehingga perlu adanya pengobatan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang digunakan seperti:


1. Diuretik Tiazid

Diuretik tiazid bekerja di ginjal dengan cara membantu tubuh untuk menghilangkan sodium dan air sehingga dapat mengurangi tekanan darah. Contoh obat ini seperti hydrochlorothiazide (Microzide) chlortalidone, dll.


2. Beta Blocker

Obat inimengurangi beban kerja dari jantung sehingga membuatnya berdetak lebih lamban dan dengan kekuatan yang lebih sedikit. Contohnya seperti acebutolol, atenolol, propanolol, dll.


3. Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Inhibitor

Membantu merilekskan pembuluh darah dengan menghambat pembentukan angiotensin, suatu senyawa yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan membuat tekanan darah tinggi. Contoh obatnya seperti: Captopril, Benazepril, dll.


4. Angiotensin Reseptor Blocker (ARB)

Berbeda dengan ACE Inhibitor, obat ini akan mengambat aksi dari angiotensin sehingga tidak dapat bekerja dengan baik, dengan begitu tekanan darah akan dapat terjaga. Contohnya Losartan, Ibesartan, Candesartan, dll.


5. Calcium Channel Blocker

Obat ini membantu membuat rileks otot-otot pembuluh darah sehingga mencegahnya untuk menyempit dan meninggikan tekanan darah. Obatnya seperti Nifedipin, Amlodipin, dll.

Pengobatan Hipertensi


Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya sangatlah penting bagi penderita hipertensi. Karena hanya dengan obat-obatan saja tidak akan begitu efektif bila tanpa diserta perubahan gaya hidup.


1. Meningkatkan Aktivitas Fisik

Penderita hipertensi disarankan untuk aktif melakukan aktivitas fisik, tidak berdiam diri saja. Dengan beraktivitas fisik, dapat mengontrol tekanan darah, mengontrol stres, dan mengendalikan berat badan yang menjadi faktor risiko hipertensi.
Department of Health and Human Services merekomendasikan untuk melakukan aktivitas aerobik sedang setidaknya 150 menit dalam seminggu, atau aktivitas aerobik berat selama 75 menit dalam seminggu.

Tingkatkan Aktivitas Fisik


2. Hindari Alkohol dan Rokok

Alkohol menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi, maka dari itu bagi penderita hipertensi mutlak untuk menghindari alkohol untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi.
Sama halnya alkohol, rokok pun patut dihindari bagi penderita hipertensi. Karena zat dalam rokok dapat merusak pembuluh darah sehingga kondisi akan semakin buruk ditambah dengan berbagai komplikasi.


3. Atur Stres

Stres juga menjadi faktor memperberat terjadinya hipertensi. Terkadang dengan menghilangkan stres saja, seorang sudah dapat terbebas dari hipertensinya. Lakukan aktivitas-aktivitas yang dapat merilekskan tubuh sehingga mengurangi stres. Meditasi juga dapat membantu mengendalikan stres dan emosi sehingga baik untuk kesehatan.

Atur Stres Dengan Baik


4. Mengendalikan Berat Badan

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa kegemukan dapat menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. Sehingga pentinglah bagi penderita hipertensi yang mengalami kegemukan untuk mengurangi berat badan dan mendapatkan berat badan yang ideal. Beberapa dapat dilakukan seperti dengan melakukan olahraga teratur dan pola makan yang sehat.


5. Pola Makan yang Sehat

Pola makan harus sangat diatur bagi penderita hipertensi. Jadi perhatikan betul apa yang dimakan. Garam menjadi salah satu makanan yang harus diperhatikan, karena kelebihan garam saja bisa memicu peningkatan tekanan darah.
Jika merasa ragu dengan makanan yang dikonsumsi, dapat mengikuti sebuah pedoman diet khusus bagi penderita hipertensi, yaitu DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension). Pada pedoman ini, disarankan untuk memakan buah dan sayur secara teratur, produk-produk bebas lemak atau rendah lemak, dan membatasi segala hal yang manis-manis. Diharapkan dengan menerapkan DASH selama 2 minggu saja, sudah dapat mengurangi tekanan darah. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di sini.


sumber: Mayo Clinic, Alodokter, Medical News Today
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apa Itu Diabetes?

Diabetes atau sering disebut kencing manis adalah suatu kondisi kelainan metabolisme dimana kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini dapat disebabkan karena terjadinya resistensi insulin atau kerusakan pankreas yang membuatnya tidak dapat memproduksi insulin. Insulin sendiri adalah suatu hormon yang berperan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, sehingga tidak terlalu tinggi. Diabetes juga terkadang ditemukan pada suatu kondisi tertentu seperti hamil.

Gejala yang paling terlihat pada penderita diabetes adalah sering merasa lapar, sering merasa haus, dan sering buang air kecil. Diabetes disebabkan biasanya karena gaya hidup dan diet makan yang tidak sehat di masa lampau sehingga terjadi resistensi insulin. Maka dari itu, penderita diabetes harus merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tentunya juga ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi bila tidak ingin kondisi semakin memburuk.

Jaga Diet Makan



Apa Saja Pantangan Penderita Diabetes?

Bagi penderita diabetes, gaya hidup dan diet makan sangat berpengaruh terhadap baik buruknya kondisi. Bila diet makanan tidak sesuai, akan langsung memicu peningkatan kadar gula yang jika tidak ditangani akan dapat berakibat kerusakan beberapa organ.


1. Minuman Soda dan Minuman Manis

Dalam minuman soda dan minuman manis, mengandung kadar gula yang tinggi. Ketika penderita diabetes meminum minuman tersebut, walaupun hanya 1, hal tersebut akan langsung membuat kadar gula dalam darah meningkat drastis. Lebih baik meminum minuman tanpa pemanis, apapun itu, seperti air putih adalah contoh minuman yang baik untuk penderita diabetes.


2. Snack

Snack sudah sepatutnya dihindari bagi penderita diabetes. Selain karena kalori, lemak, dan karbohidratnya yang tinggi, snack juga terkadang menambah pemanis buatan yang tentu berbahaya bagi penderita diabetes.Yang perlu diperhatikan adalah, bagi penderita diabetes tidak hanya gula/pemanis yang dihindari, namun juga karbohidrat yang tinggi dan lemak jenuh yang dapat membuat resistensi insulin yang terjadi semakin memburuk.

Snack

3. Kopi 

Tidak semua kopi mutlak menjadi pantangan penderita diabetes. Kopi yang dicampur dengan bahan-bahan pemanis seperti gula, krim, sirup, bahkan susu pun justru adalah kopi yang harus dihindari bagi penderita diabetes. Karena dalam bahan-bahan tersebut mengandung gula dan karbohidrat yang tinggi, yang tentu dapat membuat peningkatan kadar gula darah secara drastis. 

4. (Beberapa) Buah-buahan

Buah memang merupakan makanan yang sehat, kaya akan vitamin, nutrisi, serat, dan mineral. Namun bagi penderita diabetes, harus memperhatikan buah yang akan dimakan. "Beberapa buah memiliki kadar gula yang tinggi, seperti contohnya pisang, melon, semangka" kata Cathy Doria Medina, MD, seorang ahli endokrin. 
Beberapa buah yang dapat dimakan seperti blueberry dan apel, karena memiliki kadar gula yang tidak tinggi. Tentunya setelah makan buah, apapun itu, tetap harus dipantai kadar gula darahnya, karena biar bagaimanapun buah tetap mengandung kadar gula walaupun sedikit jumlahnya. 

Fruits


5. Kue yang Manis dan Kue Kering

Hindari kue-kue seperti donat, kue kering. Dalam kue-kue manis tentu menggunakan gula sebagai salah satu adonannya untuk menambah cita rasa. Dalam beberapa kue juga menggunakan tepung sebagai adonan, dimana tepung tersebut mengandung tinggi karbohidrat, lemak, dan sodium. Zat-zat tersebut tentu sebisa mungkin dihindari oleh penderita diabetes.


6. Sereal Olahan

Beberapa sereal harus diperhatikan kandungan nutrisi yang ada dalam sereal tersebut. Tak jarang sereal yang menggunakan bahan pemanis untuk menambah rasanya, sehingga bila makanan ini dikonsumsi oleh penderita diabetes, tentu akan meningkatkan kadar gula darahnya. Oatmeal, salah satu sereal yang direkomendasikan oleh ADA, bahkan tidak boleh dicampurkan dengan pemanis apapun karena dapat mempengaruhi kadar gula darah. 
Anda dapat mengganti sereal dengan beberapa menu untuk sarapan, seperti omelet dari putih telur dan sayuran. 


7. Fast Food dan Junk Food

Makanan ini menjadi menu favorit biasanya pada penderita diabetes di masa lampau atau bahkan saat ini. Karena kedua makanan inilah yang dapat membuat terjadinya resistensi insulin. Hal tersebut dikarenakan tingginya kadar kolesterol, karbohidrat dan kalori yang terdapat pada makanan tersebut. Tentunya dengan mengonsumsi makanan ini, justru akan semakin memperburuk keadaan.

dFast Food



8. Daging Berlemak dan Jeroan

Daging sebenarnya bukan menjadi pantangan bagi penderita diabetes, namun daging yang berlemak yang menjadi pantangannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa lemak menjadi salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi karena dapat semakin memperparah resistensi insulin yang terjadi. 
Yang perlu diperhatikan juga adalah, jeroan. Makanan ini harus dihindari, mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi juga. Sehingga dapat memperburuk keadaan bila terus menerus dikonsumsi. 


Yang perlu diingat dan diperhatikan baik-baik adalah, pantangan bagi penderita diabetes tidak hanya gula/makanan manis semata. Namun juga makanan-makanan yang sangat tinggi karbohidrat dan lemak. Karbohidrat akan dipecah di dalam tubuh menjadi glukosa yang mana glukosa ini juga akan meningkatkan kadar gula darah. Sedangkan lemak, kolesterol memang tidak memiliki efek langsung terhadap peningkatan gula darah, namun dapat semakin memperburuk kondisi resistensi insulin yang terjadi sehingga tentu akan berdampak pula pada peningkatan kadar gula darah. 

sumber: Health
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apa Itu Hipertensi?

Semakin berkembangnya zaman, entah mengapa jumlah penderita hipertensi saat ini semakin banyak. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 25,8% penduduk di Indonesia yang berusia di atas 18 tahun mengalami hipertensi. Lalu apa sebenarnya hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan kronis dimana tekanan darah pada arteri meningkat. Hipertensi sering dianggap sebagai Silent Killer, karena jarang sekali timbul gejala yang jelas. 
Kenaikan tekanan darah yang dikatakan disini, yaitu di atas 140/90 mmHg. Namun bila tekanan darah sudah di atas 120/80 mmHg, hal tersebut sudah termasuk pre-hipertensi.

Tekanan Darah Tinggi


Diet Makanan Bagi Penderita Hipertensi

Pada dasarnya, sebagian besar penderita hipertensi dikarenakan gaya hidup dan diet yang tidak sehat di masa lampau. Maka dari itu, dengan merubah diet dan gaya hidup diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah. 

1. Perhatikan Apa Yang Anda Makan

Sebagian besar penderita hipertensi memiliki postur tubuh yang gemuk, bahkan tak jarang yang obesitas. Hal tersebut dikarenakan kegemukan atau obesitas adalah salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi. Beberapa orang tidak menyadari berapa banyak kalori yang telah ia makan dan minum dalam sehari. Dengan memperhatikan makanan yang anda makan  termasuk porsinya, dapat membantu melihat seberapa besar kalori yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga bila kalori yang masuk berlebihan, anda bisa secara perlahan mengurangi kalori yang masuk hingga pada tahap normal. 

2. Hindari Garam (Sodium)

Makanan dengan tinggi kadar garam akan meningkatkan tekanan darah. Maka dari itu, lebih sedikit garam yang anda konsumsi, semakin terkontrol juga tekanan darahnya. Beberapa tips untuk membantu mengurangi asupan garam:
  • Asupan garam dalam sehari maksimal adalah 2300 mg (1 sendok teh). Lebih sedikit, lebih baik.
  • Baca dan perhatikan label kandungan gizi pada setiap kemasan makanan. 
    • Pilihlah makanan dengan <5% Daily Value dari Sodium
    • Hindari makanan dengan >20% Daily Value dari Sodium
  • Hindari makanan-makanan seperti fast food, dan makanan kaleng.
  • Gunakan bumbu selain garam.

 3. Kenali Apa Yang Anda Makan

Zat nutrien kalium, magnesium, dan serat dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Buah-buahan dan sayuran tinggi akan kalium, magnesium, dan serat, serta mereka rendah akan garam. Maka dari itu buah-buahan dan sayuran adalah diet yang baik untuk penderita hipertensi. Namun berbeda cerita bila makanan tersebut dibuat jus, karena serat yang ada justru akan rusak dan hilang setelah di jus. 
Selain sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan daging unggas merupakan salah satu sumber magnesium.

DASH Diet

Terapkan DASH Diet

DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) merupakan pendekatan jangka panjang terhadap pola makan sehat yang ditujukan untuk membantu mengendalikan atau mencegah hipertensi. Diharapkan dengan menerapkan DASH Diet ini dalam 2 minggu, tekanan darah akan terkendali. 
DASH Diet ini tidak memerlukan jenis makanan spesial. Diet ini merekomendasikan:
  • Memakan sayuran, buah-buaha, dan gandum
  • Termasuk produk-produk bebas lemak atau rendah lemak seperti ikan, daging unggas, kacang-kacangan, minyak sayur
  • Membatasi produk makanan yang tinggi akan lemak jenuh
  • Membatasi minuman dan makanan manis

Sesuai rekomendasi, jika anda menerapkan diet ini maka kalori yang anda konsumsi sekitar 2000 kal per-hari. Berikut beberapa makanan dan takarannya:

Gandum: 6-8 sajian perhari

Gandum seperti roti, sereal, beras, atau pasta. Sebagai contoh; 1x sajian termasuk 1 potong roti gandum, 1 ons sereal kering atau 1/2 mangkok sereal, nasi atau pasta. Jika mencari roti gandum, usahakan mencari dengan label "100% gandum utuh", karena mengandung lebih banyak serat dibanding roti gandum biasa. Gandum adalah makanan yang rendah lemak, maka dari itu hindari penyajian bersamaan dengan mentega, krim, atau keju.

Gandum
  

Sayuran: 4-5 sajian perhari

Tomat, wortel, brokoli, kentang, dan beberapa sayuran yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral magnesium dan kalium. Contohnya; 1x sajian mencakup 1 cup sayuran hijau utuh atau 1/2 cup sayuran yang telah dimasak atau dipotong.

Buah: 4-5 sajian perhari

Buah-buahan kaya akanserat dan vitamin, serta rendah lemak. Aneka buah-buahan tidak masalah, namun pengecualian untuk kelapa karena kelapa mengandung lemak yang tinggi. Contohnya; 1x sajian mencakup 1 buah sedang utuh.Beberapa buah memiliki kandungan yang dapat menganggu efektivitas obat-obatan, seperti anggur, maka dari itu konsultasikan kepada dokter.

Daging, Ikan: <6 sajian perhari

Daging kaya akan protein, vitamin B, zat besi dan seng. Usahakan konsumsi daging dan kacang-kacang tidak lebih dari 6 ons perhari. Ikan seperti salmon, tuna, dan haring mengandung tinggi omega-3 yang baik untuk membantu menurunkan kolesterol.

DASH Diet

Kacang, Biji: 4-5 sajian per minggu

Almond, kacang merah, kacang polong dan kacang lainnya, merupakan sumber magnesium, kalium, dan protein yang baik. Juga kaya akan serat fan fitokimia yang dapat membantu mencegah kanker dan penyakit kardiovaskular. Penyajiannya sedikit saja dan dimakan beberapa kali saja selama 1 minggu, karena makanan ini tinggi kalori. Contoh penyajiannya; 1x sajian mencakup 1/3 gelas kacang, 2 sendok makan biji-bijian, atau 1/2 gelas kacang yang dimasak.


Lemak, minyak: 2-3 sajian perhari

Lemak tidak sepenuhnya buruk, karena lemak membantu dalam penyerapan vitamin dan membangun imunitas tubuh. Namun tentu saja, tidak boleh terlalu banyak karena tidak baik bagi kesehatan, terutama jantung dan pembuluh darah. Penyajiannya; 1x sajian mencakup 1 sendok teh margarin atau 1 sendok teh mayonnaise. 
Batasi konsumsi mentega, keju, krim, telur dan minyak kelapa karena mengandung lemak jenuh yang justru dapat memperparah keadaan. 

Periksa Tekanan Darah


Manisan: <5 sajian per minggu

Tidak perlu menghindari hal-hal yang manis secara total, cukup ikuti pedoman dari DASH maka semua akan terkendali. Contohnya; 1x sajian mencakup 1 sendok makan gula, jelly, atau selai, 1/2 gelas sorbet, atau 1 gelas limun. 
Beberapa hal yang harus diperhatikan, ketika makan hal yang manis, perhatikan bahwa makanan tersebut rendah lemak/bebas lemak, seperti sorbet, es buah, jelly beans, dan permen. 


Alkohol dan Kafein: Hindari

Alkohol dan kafein sudah sepatutnya dihindari bagi penderita hipertensi. Meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Untuk kafein memang belum jelas pengaruhnya terhadap peningkatan tekanan darah, namun kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara. 

Bagi anda penderita hipertensi, seperti itulah ulasan terkait diet makanan dan DASH. Selain menerapkan hal-hal di atas, jangan lupa tetap ukur tekanan darah secara berkala dan teratur untuk melihat kondisi apakah semakin memburuk atau membaik. Juga konsultasikan kepada dokter setiap ada waktu, terutama jika mulai timbul gejala-gejala seperti pusing, nyeri kepala, badan lemas, segeralah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

sumber: WebMD, MayoClinic, National Heart Lung and Blood Institute
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Artikel Populer

Kategori

Diet Gaya Hidup Kehamilan dan Anak Kesehatan Umum Penyakit

Artikel Terkini

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (7)
    • Februari (7)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates