Menyapa Sehat

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Kesehatan Umum
  • Gaya Hidup
  • Diet
  • Penyakit
  • Kehamilan dan Anak
  • Disclaimer
  • Tentang Blog
    • Penulis
    • Kontak

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh arteri. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung. Kondisi ini merupakan suatu kondisi yang kronis, artinya tidak terjadi dalam waktu singkat, tiba-tiba. Kondisi ini merupakan suatu proses yang lama akibat beberapa hal, sehingga timbulah suatu kondisi peningkatan tekanan darah.

Peningkatan tekanan darah yang terjadi yaitu melebihi 140/90 mmHg dapat disebut hipertensi. Bila tekanan darah berada di antara 120/80-140/90 mmHg, kondisi tersebut dinamakan pre-hipertensi. Baik yang sudah terjadi hipertensi maupun pre-hipertensi, merupakan kondisi yang harus diperhatikan dan diawasi.

Di zaman sekarang, semakin banyak orang-orang yang mengidap hipertensi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 25,8% penduduk berusia di atas 18 tahun di Indonesia mengalami hipertensi. Hal tersebut dimungkinkan karena perubahan gaya hidup dan diet makanan.


Hipertensi


Faktor Risiko dan Penyebab

Untuk penyebab, bisa terjadi dari macam-macam, Namun, sebagian besar adalah tidak diketahui penyebabnya (idiopatik). Hal tersebut berkaitan dengan faktor gaya hidup dan diet makanan. Sebagian kecilnya adalah karena adanya penyakit pada ginjal.
Faktor risiko dari hipertensi sebagai berikut:
  • Usia. Risiko terkena hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, terutama untuk usia di atas 65 tahun untuk wanita, dan pria biasanya di atas 45 tahun.
  • Riwayat keluarga. Bila ada anggota keluarga (ayah, ibu, kakek, nenek) yang diketahui mengidap hipertensi, maka risiko untuk terkena hipertensi juga akan semakin besar. 
  • Kegemukan / Obesitas. Semakin gemuk, maka risiko yang terjadi pun semakin tinggi. Volume darah yang dipompa oleh jantung meningkat pada orang gemuk, sehingga risiko terjadi kerusakan pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan hipertensi pun besar.
  • Jarang beraktivitas. Orang yang inaktif, jarang beraktivitas, memiliki detak jantung yang lebih cepat. Semakin cepat detak jantung, semakin berat pula jantung akan bekerja dan tentu akan berpengaruh pada dinding pembuluh darah.
  • Merokok. Zat yang terkandung pada rokok dapat merusak dinding pembuluh darah yang akan membuat pembuluh darah semakin menyempit dan semakin tinggi tekanan darahnya.
  • Terlalu banyak garam. Garam (sodium) memiliki efek retensi cairan sehingga akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kurang Kalium. Kalium membantu untuk mengendalikan kadar sodium di sel. Apabila kekurangan kalium, kadar sodium dalam darah akan meningkat dan meningkatkan tekanan darah.
  • Alkohol. meminum alkohol 1 gelas dapat langsung meningkatkan tekanan darah terutama pada perempuan. Sedangkan pada laki-laki, adalah 2 gelas.
  • Stres. Walaupun sepele, dengan adanya stres ternyata dapat menambah risiko terjadinya hipertensi.

Faktor Risiko

Gejala dan Tanda Hipertensi

Sayangnya gejala pada hipertensi tidak begitu jelas terlihat, maka dari itu penyakit ini sering disebut Silent Killer. Sekalipun tekanan darah setelah diukur sangat tinggi, pada beberapa orang memang tidak merasakan adanya keluhan apapun. Namun ada pula beberapa orang yang memang merasakan keluhan, walaupun tekanan darahnya hanya naik sedikit.
  • Nyeri kepala dan pusing
  • Sesak nafas
  • Mimisan 
Bila sudah muncul gejala-gejala yang mengganggu seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan yang tepat.


Check Up Rutin


Lalu bagaimana cara tahu jika terkena hipertensi? Maka dari itu disarankan untuk periksa rutin, untuk memantau tekanan darah. Sehingga dapat terdeteksi dini dan dapat ditanggulangi secepatnya.
Pada orang dewasa, disarankan melakukan pemeriksaan setidaknya 1x dalam 5 tahun. Namun bagi yang sudah terdiagnosis, maka dilakukan pengukuran setiap tahunnya. Akan lebih baik bila lebih sering dan teratur.


Komplikasi Bila Dibiarkan

Tidak ada penyakit yang baik bila dibiarkan tanpa pengobatan. Sama halnya dengan hipertensi, walaupun tidak dirasakan keluhan, namun bila tekanan darahnya tinggi, maka tetap diwaspadai. Beberapa komplikasi akan mengikuti di kemudian hari bila hipertensi ini tidak dapat dikendalikan dan dikontrol dengan baik.
  • Serangan Jantung dan Stroke. Hal ini cukup bahaya, pembuluh darah yang tidak sehat, biasanya jantungnya pun tidak sehat. Dinding pembuluh darah yang mengalami kelainan sangat rentan untuk pecah. Apabila pecah di kepala, maka akan timbul gejala stroke. 
  • Aneurisma. Hipertensi akan membuat dinding pembuluh darah semakin lemah dan dapat menggembung, membentuk aneurisma. Jika aneurisma ini pecah, maka hal tersebut dapat mengancam nyawa.
  • Rusaknya Pembuluh Darah di Ginjal. Kelainan di ginjal dapat menyebabkan hipertensi, Begitu pula sebaliknya, hipertensi pun juga akan dapat membuat kerusakan pada ginjal. 
  • Sindrom Metabolik. Munculnya beberapa kelainan metabolik secara bersamaan, seperti membesarnya lingkar pinggang, tingginya kadar trigliserida, rendahnya High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, dan tingginya kadar insulin yang dapat memicu resistensi insulin. Hal ini akan sangat memungkinkan terjadinya diabetes. 
Hipertensi


Pengobatan Hipertensi

Pengobatan hipertensi bisa dilakukan dengan obat maupun dengan perubahan gaya hidup. Penentuan pengobatan yang tepat tergantung dari tingginya tekanan darah dan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Karena pada kondisi-kondisi tertentu, perubahan gaya hidup saja tidak begitu membantu, sehingga perlu adanya pengobatan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang digunakan seperti:


1. Diuretik Tiazid

Diuretik tiazid bekerja di ginjal dengan cara membantu tubuh untuk menghilangkan sodium dan air sehingga dapat mengurangi tekanan darah. Contoh obat ini seperti hydrochlorothiazide (Microzide) chlortalidone, dll.


2. Beta Blocker

Obat inimengurangi beban kerja dari jantung sehingga membuatnya berdetak lebih lamban dan dengan kekuatan yang lebih sedikit. Contohnya seperti acebutolol, atenolol, propanolol, dll.


3. Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Inhibitor

Membantu merilekskan pembuluh darah dengan menghambat pembentukan angiotensin, suatu senyawa yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan membuat tekanan darah tinggi. Contoh obatnya seperti: Captopril, Benazepril, dll.


4. Angiotensin Reseptor Blocker (ARB)

Berbeda dengan ACE Inhibitor, obat ini akan mengambat aksi dari angiotensin sehingga tidak dapat bekerja dengan baik, dengan begitu tekanan darah akan dapat terjaga. Contohnya Losartan, Ibesartan, Candesartan, dll.


5. Calcium Channel Blocker

Obat ini membantu membuat rileks otot-otot pembuluh darah sehingga mencegahnya untuk menyempit dan meninggikan tekanan darah. Obatnya seperti Nifedipin, Amlodipin, dll.

Pengobatan Hipertensi


Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya sangatlah penting bagi penderita hipertensi. Karena hanya dengan obat-obatan saja tidak akan begitu efektif bila tanpa diserta perubahan gaya hidup.


1. Meningkatkan Aktivitas Fisik

Penderita hipertensi disarankan untuk aktif melakukan aktivitas fisik, tidak berdiam diri saja. Dengan beraktivitas fisik, dapat mengontrol tekanan darah, mengontrol stres, dan mengendalikan berat badan yang menjadi faktor risiko hipertensi.
Department of Health and Human Services merekomendasikan untuk melakukan aktivitas aerobik sedang setidaknya 150 menit dalam seminggu, atau aktivitas aerobik berat selama 75 menit dalam seminggu.

Tingkatkan Aktivitas Fisik


2. Hindari Alkohol dan Rokok

Alkohol menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi, maka dari itu bagi penderita hipertensi mutlak untuk menghindari alkohol untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi.
Sama halnya alkohol, rokok pun patut dihindari bagi penderita hipertensi. Karena zat dalam rokok dapat merusak pembuluh darah sehingga kondisi akan semakin buruk ditambah dengan berbagai komplikasi.


3. Atur Stres

Stres juga menjadi faktor memperberat terjadinya hipertensi. Terkadang dengan menghilangkan stres saja, seorang sudah dapat terbebas dari hipertensinya. Lakukan aktivitas-aktivitas yang dapat merilekskan tubuh sehingga mengurangi stres. Meditasi juga dapat membantu mengendalikan stres dan emosi sehingga baik untuk kesehatan.

Atur Stres Dengan Baik


4. Mengendalikan Berat Badan

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa kegemukan dapat menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. Sehingga pentinglah bagi penderita hipertensi yang mengalami kegemukan untuk mengurangi berat badan dan mendapatkan berat badan yang ideal. Beberapa dapat dilakukan seperti dengan melakukan olahraga teratur dan pola makan yang sehat.


5. Pola Makan yang Sehat

Pola makan harus sangat diatur bagi penderita hipertensi. Jadi perhatikan betul apa yang dimakan. Garam menjadi salah satu makanan yang harus diperhatikan, karena kelebihan garam saja bisa memicu peningkatan tekanan darah.
Jika merasa ragu dengan makanan yang dikonsumsi, dapat mengikuti sebuah pedoman diet khusus bagi penderita hipertensi, yaitu DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension). Pada pedoman ini, disarankan untuk memakan buah dan sayur secara teratur, produk-produk bebas lemak atau rendah lemak, dan membatasi segala hal yang manis-manis. Diharapkan dengan menerapkan DASH selama 2 minggu saja, sudah dapat mengurangi tekanan darah. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di sini.


sumber: Mayo Clinic, Alodokter, Medical News Today
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apa Itu Diabetes?

Diabetes atau sering disebut kencing manis adalah suatu kondisi kelainan metabolisme dimana kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini dapat disebabkan karena terjadinya resistensi insulin atau kerusakan pankreas yang membuatnya tidak dapat memproduksi insulin. Insulin sendiri adalah suatu hormon yang berperan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, sehingga tidak terlalu tinggi. Diabetes juga terkadang ditemukan pada suatu kondisi tertentu seperti hamil.

Gejala yang paling terlihat pada penderita diabetes adalah sering merasa lapar, sering merasa haus, dan sering buang air kecil. Diabetes disebabkan biasanya karena gaya hidup dan diet makan yang tidak sehat di masa lampau sehingga terjadi resistensi insulin. Maka dari itu, penderita diabetes harus merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tentunya juga ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi bila tidak ingin kondisi semakin memburuk.

Jaga Diet Makan



Apa Saja Pantangan Penderita Diabetes?

Bagi penderita diabetes, gaya hidup dan diet makan sangat berpengaruh terhadap baik buruknya kondisi. Bila diet makanan tidak sesuai, akan langsung memicu peningkatan kadar gula yang jika tidak ditangani akan dapat berakibat kerusakan beberapa organ.


1. Minuman Soda dan Minuman Manis

Dalam minuman soda dan minuman manis, mengandung kadar gula yang tinggi. Ketika penderita diabetes meminum minuman tersebut, walaupun hanya 1, hal tersebut akan langsung membuat kadar gula dalam darah meningkat drastis. Lebih baik meminum minuman tanpa pemanis, apapun itu, seperti air putih adalah contoh minuman yang baik untuk penderita diabetes.


2. Snack

Snack sudah sepatutnya dihindari bagi penderita diabetes. Selain karena kalori, lemak, dan karbohidratnya yang tinggi, snack juga terkadang menambah pemanis buatan yang tentu berbahaya bagi penderita diabetes.Yang perlu diperhatikan adalah, bagi penderita diabetes tidak hanya gula/pemanis yang dihindari, namun juga karbohidrat yang tinggi dan lemak jenuh yang dapat membuat resistensi insulin yang terjadi semakin memburuk.

Snack

3. Kopi 

Tidak semua kopi mutlak menjadi pantangan penderita diabetes. Kopi yang dicampur dengan bahan-bahan pemanis seperti gula, krim, sirup, bahkan susu pun justru adalah kopi yang harus dihindari bagi penderita diabetes. Karena dalam bahan-bahan tersebut mengandung gula dan karbohidrat yang tinggi, yang tentu dapat membuat peningkatan kadar gula darah secara drastis. 

4. (Beberapa) Buah-buahan

Buah memang merupakan makanan yang sehat, kaya akan vitamin, nutrisi, serat, dan mineral. Namun bagi penderita diabetes, harus memperhatikan buah yang akan dimakan. "Beberapa buah memiliki kadar gula yang tinggi, seperti contohnya pisang, melon, semangka" kata Cathy Doria Medina, MD, seorang ahli endokrin. 
Beberapa buah yang dapat dimakan seperti blueberry dan apel, karena memiliki kadar gula yang tidak tinggi. Tentunya setelah makan buah, apapun itu, tetap harus dipantai kadar gula darahnya, karena biar bagaimanapun buah tetap mengandung kadar gula walaupun sedikit jumlahnya. 

Fruits


5. Kue yang Manis dan Kue Kering

Hindari kue-kue seperti donat, kue kering. Dalam kue-kue manis tentu menggunakan gula sebagai salah satu adonannya untuk menambah cita rasa. Dalam beberapa kue juga menggunakan tepung sebagai adonan, dimana tepung tersebut mengandung tinggi karbohidrat, lemak, dan sodium. Zat-zat tersebut tentu sebisa mungkin dihindari oleh penderita diabetes.


6. Sereal Olahan

Beberapa sereal harus diperhatikan kandungan nutrisi yang ada dalam sereal tersebut. Tak jarang sereal yang menggunakan bahan pemanis untuk menambah rasanya, sehingga bila makanan ini dikonsumsi oleh penderita diabetes, tentu akan meningkatkan kadar gula darahnya. Oatmeal, salah satu sereal yang direkomendasikan oleh ADA, bahkan tidak boleh dicampurkan dengan pemanis apapun karena dapat mempengaruhi kadar gula darah. 
Anda dapat mengganti sereal dengan beberapa menu untuk sarapan, seperti omelet dari putih telur dan sayuran. 


7. Fast Food dan Junk Food

Makanan ini menjadi menu favorit biasanya pada penderita diabetes di masa lampau atau bahkan saat ini. Karena kedua makanan inilah yang dapat membuat terjadinya resistensi insulin. Hal tersebut dikarenakan tingginya kadar kolesterol, karbohidrat dan kalori yang terdapat pada makanan tersebut. Tentunya dengan mengonsumsi makanan ini, justru akan semakin memperburuk keadaan.

dFast Food



8. Daging Berlemak dan Jeroan

Daging sebenarnya bukan menjadi pantangan bagi penderita diabetes, namun daging yang berlemak yang menjadi pantangannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa lemak menjadi salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi karena dapat semakin memperparah resistensi insulin yang terjadi. 
Yang perlu diperhatikan juga adalah, jeroan. Makanan ini harus dihindari, mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi juga. Sehingga dapat memperburuk keadaan bila terus menerus dikonsumsi. 


Yang perlu diingat dan diperhatikan baik-baik adalah, pantangan bagi penderita diabetes tidak hanya gula/makanan manis semata. Namun juga makanan-makanan yang sangat tinggi karbohidrat dan lemak. Karbohidrat akan dipecah di dalam tubuh menjadi glukosa yang mana glukosa ini juga akan meningkatkan kadar gula darah. Sedangkan lemak, kolesterol memang tidak memiliki efek langsung terhadap peningkatan gula darah, namun dapat semakin memperburuk kondisi resistensi insulin yang terjadi sehingga tentu akan berdampak pula pada peningkatan kadar gula darah. 

sumber: Health
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kesehatan Bagi Ibu Hamil Itu Penting

Ibu hamil (bumil) adalah salah satu golongan yang harus diperhatikan benar dan dilindungi. Karena tidak hanya fisik seorang ibu hamil yang lemah, namun juga seorang ibu hamil tidak hanya membawa nyawanya saja, namun juga nyawa anaknya di dalam rahimnya.
Fisik seorang ibu hamil sangatlah lemah. Seorang ibu hamil akan mudah terkena penyakit dan mudah merasa lelah. Terkadang penyakit yang diderita oleh ibu, akan dengan mudah menular juga kepada janin. Maka dari itulah, penting bagi ibu hamil untuk mejaga kondisi dan kesehatannya, karena tidak hanya untuk kepentingan ia namun juga untuk janinnya.

Bagi ibu hamil yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, tentu akan sangat melelahkan untuk melakukan semua pekeraan rumah. Dan ternyata tidak semua pekerjaan rumah itu aman bagi ibu hamil, ada beberapa pekerjaan yang memang sebaiknya tidak dilakukan.

Check Pregnancy


Apa Saja Pekerjaan Rumah yang Berbahaya?

Bagi anda ibu hamil yang bekerja sebaagai ibu rumah tangga, diharapkan jangan melakukan pekerjaan-pekerjaan berikut ini karena dapat menganggu kesehatan ibu dan janin:

1. Pekerjaan yang Berhubungan dengan Mengangkat, Memindahkan, dan Membawa Barang

Sebaiknya pekerjaan ini dilakukan oleh orang lain. Hindari sebisa mungkin pekerjaan tersebut selama masa kehamilan, baik itu kehamilan muda ataupun tua. Seorang ibu hamil sudah mengandung janin dan terkadang membuatnya mengalami nyeri punggung dan pinggang. Jangan menambah beban lagi dengan melakukan pekerjaan berat seperti itu. Selama kehamilan, ligamen / jaringan penghubung antar tulang menjadi lebih lemah. Apabila dipaksakan melakukan pekerjaan tersebut, tidak menutup kemungkinan justru akan terjadi cedera pada ligamen dan nyeri otot. Pada beberapa studi mengatakan bahwa aktivitas seperti itu, juga dapat memicu terjadinya perdarahan, persalinan prematur, dan ketuban pecah dini. 

Hindari Mengangkat Barang


2. Menggunakan Produk Pembersih Berbahan Kimia

Perlu diingat, seorang ibu hamil tidak hanya membawa 1 nyawa, namun 2 atau bahkan lebih nyawa. Beberapa produk pembersih dan pestisida berbahan yang toksik, artinya beracun terutama bagi janin. Maka dari itu, sebaiknya gunakan saja pembersih yang alami dan aman, seperti soda kue dan cuka.Untuk menambah keamanan, gunakan sarung tangan untuk mencegah kontak tangan dengan pembersih. Selain itu, pastikan bahwa ventilasi udara di ruangan baik, sehingga mendukung pertukaran udara yang baik juga.


3. Membersihkan Kotoran Kucing

Biarkan orang lain yang melakukannya, jangan ibu hamil. Tidak hanya jorok, namun juga karena pada kotoran kucing terdapat suatu parasit Toxoplasma gondii, yang dapat menyebabkan ibu hamil terkena toksoplasmosis. Yang berbahaya dari parasit ini adalah, parasit ini juga dapat menyerang janin. Efek yang ditimbulkan dapat beragam, mulai dari ringan hingga berat. Untuk infeksi ringan pada janin, biasanya tidak begitu tampak gejala dan tanda ketika lahir. Namun bila infeksi berat, parasit ini dapat menyebabkan cacat lahir pada janin, dapat terjadi kerusakan struktur dan sistem syaraf pada janin yang berdampak dalam jangka panjang. Bayi yang terinfeksi memiliki risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang, gangguan pada mata, hingga epilepsi di kemudian hari. 


4. Pekerjaan yang Membutuhkan Keseimbangan dan Memanjat

Bukanlah pilihan yang baik bagi ibu hamil untuk memanjat tangga, atau berada di suatu ketinggian (seperti di atas kursi, meja). Seorang ibu hamil dalam menjaga keseimbangan sangatlah buruk, sehingga jauhkan dari segala hal yang membutuhkan keseimbangan karena risiko terjatuh akan sangat rentan, dan bila terjatuh tentu akan berdampak pada kehamilannya. 


Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan

  • Jika harus tidur di lantai, minta tolonglah untuk mengalasi lantai tempat tidur dengan matras, karpet, atau sejenisnya.
  • Jangan terlalu sering membungkuk. Untuk mengambil sesuatu di bawah, sebaiknya lakukan dengan berjongkok.
  • Jangna terlalu lama berdiri. Duduk di kursi sambil melakukan pekerjaan lain juga diperbolehkan.
  • Tetaplah aktif dan lakukan pekerjaan yang aman.
  • Komunikasikan dengan anggota keluarga, seperti suami, untuk membantu beberapa pekerjaan berbahaya tersebut. 
Komunikasikan dengan Keluarga

Dampak Melakukan Pekerjaan yang Berat dan Berbahaya

Sebaiknya semua pekerjaan yang telah disebutkan di atas dihindari, biarkan orang lain saja yang melakukannya. Pekerjaan-pekerjaan berbahaya tersebut bisa menyebabkan berbagai dampak negatif, baik bagi ibu hamil maupun janin yang sedang dikandung. 

1. Memicu Kontraksi

Beberapa pekerjaan berat seperti mengangkat barang berat dapat memicu kontraksi rahim. Kontraksi yang terjadi pada kehamilan muda atau belum cukup bulan, dapat menyebabkan persalinan prematur dan bahkan kematian pada bayi. 


2. Perdarahan

Aktivitas berat juga dapat menyebabkan perdarahan. Perdarahan mungkin dapat berupa perdarahan yang masif atau banyak, namun juga perdarahan yang sedikit seperti bercak atau flek. Jika terjadi seperti ini, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan kondisi janin.


3. Pembengkakan pada Kaki dan Varises

Pada ibu hamil, cairan tubuh selama kehamilan akan meningkat jumlahnya. Bila ibu hamil terlalu lama berdiri, maka kaki akan berisiko terjadi pembengkakan dan varises. Lemahnya kekuatan tonus pada pembuluh darah balik di kaki justru akan membuat aliran darah terhenti dan membuat pembuluh darah vena melebar. Lalu timbulah sebuah tonjolan berwarna hijau kebiruan (varises).


Hindari Terlalu Lama Berdiri

Hamil bukanlah halangan untuk tetap aktif, namun perlu diperhatikan juga beberapa pekerjaan seperti di atas agar tidak membahayakan kehamilan. Namun juga, jangan jadikan kehamilan alasan untuk bermalasan. Ibu hamil butuh untuk latihan fisik, aktifitas fisik sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga stamina dan kondisinya. Namun tetap berhati-hati dalam melakukan setiap kegiatan.

sumber: Baby Center, AloDokter
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kopi Semakin Populer

Kopi menjadi salah satu minuman yang mulai naik daun akhir-akhir ini. Dengan varian yang semakin banyak, semakin unik, semakin banyak pula penggemarnya.Tentu hal ini akan meningkatkan tingkat konsumsi dari kopi itu sendiri. Berbicara tentang kopi, mungkin beberapa dari anda sudah tahu tentang efek buruk dari kopi karena mengandung kafein yang tinggi. Namun, di samping keburukan tersebut, ternyata kopi juga memiliki manfaat yang tidak kalah penting.

Kopi


Manfaat Menakjubkan Kopi

Ada beberapa manfaat yang terdapat pada kopi. Kopi memang sangat banyak macamnya, namun disini akan dibahas kopi secara umum.

1. Kopi Dapat Meningkatkan Energi dan Memperbaiki Mood

Seperti yang telah diketahui, kopi mengandung suatu zat, yaitu kafein. Kafein inilah yang berfungsi sebagai stimulan. Kafein ini akan diserap ke pembuluh darah, hingga dialirkan menuju otak. Di otak, kafein akan menghambat neurotransmitter inhibisi, yaitu adenosin. Ketika hal ini terjadi, maka jumlah neurotransmiter lainnya seperti norepinefrin dan dopamin akan meningkat. Hal inilah yang membuat tubuh semakin bersemangat dan tidak lesu. 
Selain bersemangat, hal lain yang terjadi adalah adanya peningkatan mood, sehingga orang akan cenderung lebih bahagia setelah mengonsumsi kopi. Studi dari Harvard Medical School pada tahun 2011, menyatakan bahwa wanita yang mengonsumsi hingga 4 gelas kopi sehari memiliki risiko lebih rendah 20% terjadi depresi. 

Coffee makes happy


2. Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak

Kafein yang terdapat pada kopi, ternyata juga terdapat pada beberapa produk suplemen pembakar lemak jika anda perhatikan. Maka dari itu, kafein merupakan salah satu zat alami yang terbukti dapat membantu membakar lemak.
Beberapa studi mengungkapkan bahwa, kafein dapat meningkatkan metabolisme sebesar 3-11%. Namun, bagi pecinta kopi yang telah mengonsumsi kopi sejak lama, kemungkinan manfaat ini sedikit tidak dapat dirasakan kembali.


3. Kopi Dapat Meningkatkan Performa Fisik

Kafein dapat meningkatkan adrenalin dan melepaskan asam lemak dari jaringan lemak di tubuh. Kafein yang terdapat pada kopi dapat meningkatkan performa fisik 11-12%.


4. Kopi juga Mengandung Mikronutrien Esensial

Kopi lebih dari sekedar minuman berwarna hitam. Ternyata kopi juga mengandung beberapa nutrisi, seperti:
  • Riboflavin (Vitamin B2)
  • Asam Pantotenat (Vitamin B5)
  • Mangan dan Kalium 
  • Magnesium dan Niasin
coffee

5. Kopi Menurunkan Risiko Terkena Diabetes Tipe 2

Diabetes (terutama Diabetes tipe 2) merupakan salah satu penyakit yang sangat sering ditemukan pada orang-orang saat ini. Penyakit ini merupakan kondisi dimana kadar gula dalam darah meningkat yang dikarenakan adanya resistensi dari hormon insulin atau ketidakmampuan pankreas menghasilkan insulin. 
Beberapa studi menyatakan bahwa meminum kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 23-50%. 


6. Kopi Dapat Membantu Mencegah Terjadi Alzheimer's Disease dan Demensia

Alzheimer's disease merupakan penyakit neurodegeneratif paling umum dan menjadi penyebab utama dari demensia. Penyakit ini merupakan neurodegeneratif yang artinya terjadi kerusakan dari sel saraf seiring dengan bertambahnya usia, maka penyakit ini akan sering ditemui pada lansia, terutama di atas 65 tahun. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada pengobatan yang sempurna bagi penyakit ini. Maka dari itu, tindakan yang paling tepat adalah mencegah. Selain dengan gaya hidup dan diet yang sehat, ternyata kopi dapat menurunkan sebanyak 65% risiko terjadinya Alzheimer's Disease menurut beberapa studi. 


7. Kopi Dapat Menurunkan Risiko Parkinson Disease

Jika tadi Alzheimer's Disease adalah penyakit neurodegeneratif paling umum, maka Parkinson Disease adalah penyakit neurodegeneratif kedua tersering. Penyakit ini disebabkan kekurangan hormon dopamin di otak. Fakta menyebutkan bahwa kopi ternyata dapat membantu menurunkan risiko terjadinya Parkinson Disease sebesar 32-60%. 


8. Kopi Memiliki Efek Protektif Terhadap Hati / Liver

Hati/liver merupakan organ yang berfungsi salah satunya untuk proses detoksikasi, menetralkan racun-racun pada tubuh. Hal ini menjadikannya sebagai organ yang penting bagi tubuh. Beberapa penyakit yang menyerang hati tentu akan menganggu fungsinya dalam menetralkan racun, seperti hepatitis,fatty liver disease, hingga terjadin sirosis. Ternyata kopi dapat meliindungi hati dari terjadinya sirosis. Mereka yang meminum hingga 4 gelas kopi dalam sehari ternyata memiliki risiko yang lebih rendah hingga 80% terjadinya sirosis.

coffee


9. Kopi Tidak Menyebabkan Penyakit Tantung dan Menurunkan Risiko Stroke

Memang benar faktanya bahwa kafein pada kopi dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 3-4 mmHg, dan biasanya akan menghilang dengan sendirinya apabila terbiasa meminum kopi. Namun, berbeda pada penderita hipertensi, efek tersebut akan meningkatkan tekanan darah lebih besar lagi dan dapat bersifat menetap. Jadi, perhatikan baik-baik bagi anda penderita hipertensi.
Menurut American Heart Association, ternyata kopi tidak meningkatkan risiko kejadian penyakit jantung. Justru dengan kopi dapat menurunkan risiko terjadinya stroke sebesar 20%.


10. Kopi Menjadi Sumber Antioksidan

Kopi mengandung banyak sekali antioksidan yang mana dapat mencegah terjadinya risiko kanker. Faktanya, bahwa sebagian besar orang justru mendapatkan antioksidan yang lebih banyak pada kopi dibandingkan dari buah atau sayur. 


Jangan Terlalu Banyak, Seberapa Anjuran Minum Kopi?

Di samping sebagai minuman yang membantu anda terjaga dan tetap segar, ternyata kopi memiliki banyak sekali manfaat, terutama sebagian besar dari kafein yang terdapat di dalamnya. Namun perlu diingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Maka jangan terlalu sering dan banyak meminum kopi.
Menurut European Food Safety Authority (EFSA) pada tahun 2015, anjuran dalam meminum kopi adalah 400 mg dalam sehari. Untuk sekali minum, ada juga takaran maksimum, yaitu 200 mg sekali minum. 

sumber: Coffee and Health, American Heart Association, Karger, Authority Nutriton, NCBI
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apa Itu Hipertensi?

Semakin berkembangnya zaman, entah mengapa jumlah penderita hipertensi saat ini semakin banyak. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 25,8% penduduk di Indonesia yang berusia di atas 18 tahun mengalami hipertensi. Lalu apa sebenarnya hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan kronis dimana tekanan darah pada arteri meningkat. Hipertensi sering dianggap sebagai Silent Killer, karena jarang sekali timbul gejala yang jelas. 
Kenaikan tekanan darah yang dikatakan disini, yaitu di atas 140/90 mmHg. Namun bila tekanan darah sudah di atas 120/80 mmHg, hal tersebut sudah termasuk pre-hipertensi.

Tekanan Darah Tinggi


Diet Makanan Bagi Penderita Hipertensi

Pada dasarnya, sebagian besar penderita hipertensi dikarenakan gaya hidup dan diet yang tidak sehat di masa lampau. Maka dari itu, dengan merubah diet dan gaya hidup diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah. 

1. Perhatikan Apa Yang Anda Makan

Sebagian besar penderita hipertensi memiliki postur tubuh yang gemuk, bahkan tak jarang yang obesitas. Hal tersebut dikarenakan kegemukan atau obesitas adalah salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi. Beberapa orang tidak menyadari berapa banyak kalori yang telah ia makan dan minum dalam sehari. Dengan memperhatikan makanan yang anda makan  termasuk porsinya, dapat membantu melihat seberapa besar kalori yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga bila kalori yang masuk berlebihan, anda bisa secara perlahan mengurangi kalori yang masuk hingga pada tahap normal. 

2. Hindari Garam (Sodium)

Makanan dengan tinggi kadar garam akan meningkatkan tekanan darah. Maka dari itu, lebih sedikit garam yang anda konsumsi, semakin terkontrol juga tekanan darahnya. Beberapa tips untuk membantu mengurangi asupan garam:
  • Asupan garam dalam sehari maksimal adalah 2300 mg (1 sendok teh). Lebih sedikit, lebih baik.
  • Baca dan perhatikan label kandungan gizi pada setiap kemasan makanan. 
    • Pilihlah makanan dengan <5% Daily Value dari Sodium
    • Hindari makanan dengan >20% Daily Value dari Sodium
  • Hindari makanan-makanan seperti fast food, dan makanan kaleng.
  • Gunakan bumbu selain garam.

 3. Kenali Apa Yang Anda Makan

Zat nutrien kalium, magnesium, dan serat dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Buah-buahan dan sayuran tinggi akan kalium, magnesium, dan serat, serta mereka rendah akan garam. Maka dari itu buah-buahan dan sayuran adalah diet yang baik untuk penderita hipertensi. Namun berbeda cerita bila makanan tersebut dibuat jus, karena serat yang ada justru akan rusak dan hilang setelah di jus. 
Selain sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan daging unggas merupakan salah satu sumber magnesium.

DASH Diet

Terapkan DASH Diet

DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) merupakan pendekatan jangka panjang terhadap pola makan sehat yang ditujukan untuk membantu mengendalikan atau mencegah hipertensi. Diharapkan dengan menerapkan DASH Diet ini dalam 2 minggu, tekanan darah akan terkendali. 
DASH Diet ini tidak memerlukan jenis makanan spesial. Diet ini merekomendasikan:
  • Memakan sayuran, buah-buaha, dan gandum
  • Termasuk produk-produk bebas lemak atau rendah lemak seperti ikan, daging unggas, kacang-kacangan, minyak sayur
  • Membatasi produk makanan yang tinggi akan lemak jenuh
  • Membatasi minuman dan makanan manis

Sesuai rekomendasi, jika anda menerapkan diet ini maka kalori yang anda konsumsi sekitar 2000 kal per-hari. Berikut beberapa makanan dan takarannya:

Gandum: 6-8 sajian perhari

Gandum seperti roti, sereal, beras, atau pasta. Sebagai contoh; 1x sajian termasuk 1 potong roti gandum, 1 ons sereal kering atau 1/2 mangkok sereal, nasi atau pasta. Jika mencari roti gandum, usahakan mencari dengan label "100% gandum utuh", karena mengandung lebih banyak serat dibanding roti gandum biasa. Gandum adalah makanan yang rendah lemak, maka dari itu hindari penyajian bersamaan dengan mentega, krim, atau keju.

Gandum
  

Sayuran: 4-5 sajian perhari

Tomat, wortel, brokoli, kentang, dan beberapa sayuran yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral magnesium dan kalium. Contohnya; 1x sajian mencakup 1 cup sayuran hijau utuh atau 1/2 cup sayuran yang telah dimasak atau dipotong.

Buah: 4-5 sajian perhari

Buah-buahan kaya akanserat dan vitamin, serta rendah lemak. Aneka buah-buahan tidak masalah, namun pengecualian untuk kelapa karena kelapa mengandung lemak yang tinggi. Contohnya; 1x sajian mencakup 1 buah sedang utuh.Beberapa buah memiliki kandungan yang dapat menganggu efektivitas obat-obatan, seperti anggur, maka dari itu konsultasikan kepada dokter.

Daging, Ikan: <6 sajian perhari

Daging kaya akan protein, vitamin B, zat besi dan seng. Usahakan konsumsi daging dan kacang-kacang tidak lebih dari 6 ons perhari. Ikan seperti salmon, tuna, dan haring mengandung tinggi omega-3 yang baik untuk membantu menurunkan kolesterol.

DASH Diet

Kacang, Biji: 4-5 sajian per minggu

Almond, kacang merah, kacang polong dan kacang lainnya, merupakan sumber magnesium, kalium, dan protein yang baik. Juga kaya akan serat fan fitokimia yang dapat membantu mencegah kanker dan penyakit kardiovaskular. Penyajiannya sedikit saja dan dimakan beberapa kali saja selama 1 minggu, karena makanan ini tinggi kalori. Contoh penyajiannya; 1x sajian mencakup 1/3 gelas kacang, 2 sendok makan biji-bijian, atau 1/2 gelas kacang yang dimasak.


Lemak, minyak: 2-3 sajian perhari

Lemak tidak sepenuhnya buruk, karena lemak membantu dalam penyerapan vitamin dan membangun imunitas tubuh. Namun tentu saja, tidak boleh terlalu banyak karena tidak baik bagi kesehatan, terutama jantung dan pembuluh darah. Penyajiannya; 1x sajian mencakup 1 sendok teh margarin atau 1 sendok teh mayonnaise. 
Batasi konsumsi mentega, keju, krim, telur dan minyak kelapa karena mengandung lemak jenuh yang justru dapat memperparah keadaan. 

Periksa Tekanan Darah


Manisan: <5 sajian per minggu

Tidak perlu menghindari hal-hal yang manis secara total, cukup ikuti pedoman dari DASH maka semua akan terkendali. Contohnya; 1x sajian mencakup 1 sendok makan gula, jelly, atau selai, 1/2 gelas sorbet, atau 1 gelas limun. 
Beberapa hal yang harus diperhatikan, ketika makan hal yang manis, perhatikan bahwa makanan tersebut rendah lemak/bebas lemak, seperti sorbet, es buah, jelly beans, dan permen. 


Alkohol dan Kafein: Hindari

Alkohol dan kafein sudah sepatutnya dihindari bagi penderita hipertensi. Meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Untuk kafein memang belum jelas pengaruhnya terhadap peningkatan tekanan darah, namun kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara. 

Bagi anda penderita hipertensi, seperti itulah ulasan terkait diet makanan dan DASH. Selain menerapkan hal-hal di atas, jangan lupa tetap ukur tekanan darah secara berkala dan teratur untuk melihat kondisi apakah semakin memburuk atau membaik. Juga konsultasikan kepada dokter setiap ada waktu, terutama jika mulai timbul gejala-gejala seperti pusing, nyeri kepala, badan lemas, segeralah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

sumber: WebMD, MayoClinic, National Heart Lung and Blood Institute
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Artikel Populer

  • 10 Manfaat Menakjubkan dari Kopi

Kategori

Diet Gaya Hidup Kehamilan dan Anak Kesehatan Umum Penyakit

Artikel Terkini

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (7)
    • Februari (7)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates